Pacaran Lama Belum Tentu Jodoh.

Seorang teman begitu merana ketika memutuskan hubungan romantik dengan pria yang telah dijalinnya sejak lama. Merana sampai-sampai curhat ke psikolog, ternyata curhat ke teman tidak mempan rupanya membuat hati ananda tenang. Karena pacarannya sudah lama, dia sampai bilang kalau sayangnya dia sudah habis untuk si cowo tersebut. Susah move on. Sampai profpic aja masih pakai foto berdua. Mereka juga masih sering ketemuan. Siapa yang mutusin? Teman saya yang memutus hubungan, alasan jelasnya saya juga tidak tahu. Melihat dia segitu desperadonya, saya jadi kasihan. Betapa sedihnya putus cinta.

Hmmm.. Pacaran 6 tahun, 4 tahun, 2 tahun, tidak menjamin pasangan kita ini adalah sang The One yang dinanti-nanti sejak lama. Hal ini membuat kita berkonklusi kuantitas tidak menentukan kualitas. Jodoh memang misteri ilahi. Banyak contoh di sekitaran kita, dimana orang yang begitu lama kita perjuangkan ternyata dia bukan untuk kita tapi untuk orang lain. Lalu, yang kocaknya, ada orang baru yang datang dan serius, lalu gak pakai lama bisa mengantar kita ke depan meja altar atau meja penghulu. Jeng.. Jeng.. Kenapa yah begitu misteriusnya persoalan jodoh itu.

Saya sendiri memiliki pendapat bahwa sebenarnya The One itu tidak ada. Istilah The One saya pikir terlalu naïf. Kalau menikah sudah bilang pasangan adalah The One, ya wajar lha. Tapi pas pacaran sudah nyebut pasangan adalah The One, eh tunggu dulu bisa jadi ada The One The One lain yang ngantri tapi ga berani deketin karena ada The One yang ono. Hahaha.. Dan ketika menikah pun banyak orang yang berani lirik sana dan sini, lho itu apa kabarnya si The One? Ke laut aja deh The One.

Cerita-cerita soal jodoh memang unik. Ada beberapa cerita menarik dari teman yang menurut saya luar biasa. Cerita ini bikin kita berpikir bahwa memang benar kalau ‘Pacar Lama Belum Tentu Jodoh’. Alkisah seorang cewe memiliki pacar cowo yang gaje banget, suka selingkuh, tapi anehnya si cewe selalu sabar dan menanti sang pacar berubah. Empat tahun lamanya, si cewe ini menunggu, tapi tidak ada perubahan. Lalu mereka putus dengan bertengkar hebat. Sedih? Banget. Untungnya si cewe matanya sudah terbuka. Lalu, kini sudah punya pacar baru yang ouukeee banget dari segi bibit, bebet, dan bobot, setengah tahun yang lalu baru jadian. Juli ini mereka akan menikah.

Banyak versi dari teman lain yang kurang lebih alurnya mirip dengan cerita di atas. Sudah luamak banget pacaran sampai lumutan, ternyata bukan jodohnya juga. Tapi mari diperhatikan, coba kalau si cewe tidak pernah putus dari cowo lama, apa iya dia bakal dapet calon suami yang jempolan banget. Nah, terkadang, kita memang kudu dapat yang pait dulu baru dapat yang manis. Hanya saja banyak orang yang terlalu takut untuk memutuskan hubungan yang sudah lama terjalin. Kalau ternyata penghalangnya sedikit, adem ayem saja ya hubungan ini layak dipertahankan. Tapi semisal, kita mengetahui sang pacar menyebalkan di bertahun-tahun kemudian, kita cenderung untuk menghapus option putus. Alasannya? Mostly karena sudah pacaran lama, sayang kalau tidak diteruskan, sudah banyak yang dikorbankan, sudah kenal baik dengan orangtua, kalau putus sudah tidak punya teman wanita lain dan lain-lain. Lalu, kita sendirilah yang menutup jalan mendapatkan seseorang yang better.

Apakah kita takut putus cinta? Kudunya sih enggak. Ya secara begini sih, buat orang yang sudah dewasa, ketika komit untuk berpacaran, di sisi lain ya kita juga tau bahwa di hubungan ini ada konsekuensi putus. Dan inilah yang sering tidak disadari, berani pacaran tapi takut putus. Padahal ya namanya juga manusia, ada cocoknya, ada juga tidak cocoknya. Nah tinggal kita aja milih, apakah kita mau memahami dan memaklumi kelemahan yang dimiliki oleh pasangan kita. Kalau memang sudah tidak bisa mentoleransi kelemahan pasangan, ya sudah diputus aja dan cari orang baru yang lebih match. Gak apa-apa koq kalau kita desperate karena patah hati, tapi ya habis itu kudu move on apalagi kalau kita putus dari pasangan karena perselingkuhan, matre, atau membawa kita ke pergaulan yang gak kita banget. Alasan yang jelas itu merugikan diri kita sendiri. Ya gak usah juga terlalu lama tenggelam dalam kemeranaan, seperti cerita-cerita di atas, percayalah dan optimis kalau kita akan menemukan pasangan yang jauh lebih worth untuk dibawa ke jenjang selanjutnya.

So, mungkin buat teman yang baca postingan ini dan sedang merasa gundah gulana karena sudah pacaran lama-lama tapi putus. Nikmati proses putus ini sebagai proses pendewasaan, and keep moving on.. Masih banyak ikan di laut lho Mba Jeng & Mas Bro!

http://www.pujiwijaya.com/2016/02/pacaran-lama-belum-tentu-jodoh.html

Iklan

Cara Menjadi Orang yang Baik Hati dan Penyayang

Anda sudah berniat menjadi orang yang baik hati dan penyayang, tetapi praktik sehari-harinya ternyata sulit. Kalau Anda ingin menjadi orang yang baik hati dan penyayang, bersiaplah menghadapi berbagai tantangan, misalnya ketika Anda sedang merasa stres atau marah terhadap orang lain. Jika Anda sudah bersikap baik hati dan penyayang terhadap diri sendiri, Anda pun akan bersikap demikian kepada orang lain, karena berbagai tindak kebaikan dan kasih sayang Anda akan membuat Anda merasa positif.[1]

Metode1

Bersikap Baik Hati dan Penyayang Terhadap Orang Lain

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 1

1

Cari kerja relawan. Salah satu cara Anda dapat menunjukkan sikap baik hati dan penyayang adalah melalui kerja relawan untuk suatu kampanye atau organisasi. Anda akan menunjukkan perasaan kasih sayang dan empati Anda terhadap orang lain melalui aksi nyata. Selain itu, Anda pun akan membuat pengaruh langsung terhadap kehidupan orang lain. Pun jika hanya sehari seminggu, dengan bekerja relawan Anda akan mengantarkan energi Anda ke luar, kepada orang lain, sambil membangun hubungan sosial yang baik.[2]

  • Carilah lowongan kerja relawan di internet.
  • Terdapat banyak organisasi yang membutuhkan tenaga relawan untuk suatu acara yang sedang mereka garap atau untuk acara/program mingguan.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 2

2

Jadilah seorang pengajar atau pembimbing. Anda juga dapat menunjukkan sikap baik hati dan penyayang Anda kepada orang lain melalui peran pengajar atau pembimbing. Bisa dilakukan dalam skala kecil, misalnya mengajarkan orang lain suatu keterampilan yang belum dapat mereka lakukan. Bisa juga besar, seperti membagikan pengetahuan Anda kepada sekelompok orang dalam acara atau kelas yang diselenggarakan lingkungan (seperti RT atau Karang Taruna). Anda juga dapat menjadi pengajar di sekolah atau memberikan bimbingan privat kepada anak-anak.[3]

  • Anda juga dapat berbagi pengetahuan lewat internet. Buatlah video yang menunjukkan keterampilan tertentu. Hal ini tidak banyak memakan waktu dan Anda pun akan berbagi pengetahuan dengan orang banyak.
  • Kerja pembimbing adalah membangun hubungan dengan satu orang tertentu sambil menjadi teladan bagi orang-orang lainnya. Peran ini tak semata-mata hak istimewa seorang guru kepada muridnya. Anda juga dapat menjadi pembimbing bagi seorang rekan kerja atau proyek. Bersikaplah terbuka dan ketika kesempatan menjadi seorang pembimbing tiba, bagikanlah pengetahuan Anda dengan orang lain.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 3

3

Dengarkanlah orang lain secara aktif. Anda dapat menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang baik hati dan penyayang dengan cara mendengarkan secara aktif ketika orang lain berbicara. Ini artinya, Anda perlu mendengarkan dan merespons orang tersebut dengan cara yang mempertegas pemahaman satu sama lain. Ketimbang menganggap bahwa sebuah percakapan adalah suatu kompetisi atau pertarungan, anggaplah setiap percakapan sebagai kesempatan untuk belajar. Dengan demikian, orang akan menganggap bahwa Anda memandang percakapan sebagai suatu cara untuk mendengarkan mereka. Selain itu, Anda pun akan memperbaiki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain.[4]

  • Untuk mendengarkan secara aktif, fokuskanlah perhatian pada sang pembicara serta biarkanlah ia berbicara hingga selesai. Kemudian, katakanlah kembali (parafrasekanlah) apa yang pembicara sudah katakan kepada Anda. Meskipun Anda mungkin tak setuju dengan apa yang ia katakan, Anda akan tampak beritikad baik untuk memahami, berdiskusi, dan bertukar pikiran dengan sang pembicara.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 4

4

Bicaralah dengan lembut dan kasih sayang. Cara lain untuk menunjukkan kebaikan hati dan cinta adalah dengan berbicara dengan baik hati dan penuh kasih sayang. Baik ketika Anda berbicara kepada orang yang sudah Anda kenal dengan baik, seperti orang tua, guru, pembimbing, atau pun kepada orang yang belum atau baru Anda kenal. Ketika ditanyakan mengenai sesuatu, jawablah dengan rasa hormat dan pengertian. Sampaikanlah pikiran dan ide-ide Anda dengan bahasa yang terbuka. Ketika berbicara, hindari menyalahkan, membuat malu, atau mengejek siapa pun.

  • Fokuskanlah pembicaraan Anda pada berbagai aspek positif dan bukan negatif dari sebuah situasi. Selain bersikap jujur dan terbuka mengenai perasaan dan emosi Anda, bicarakanlah juga mengenai hal baik dari suatu situasi negatif yang muncul atau berbagai solusi atas situasi negatif tersebut. Kalau Anda berbicara secara positif, orang lain di sekitar Anda pun akan merasa positif dan penuh energi.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 5

5

Sampaikanlah rasa syukur Anda kepada orang lain. Meskipun memang tampaknya menjadi orang yang egois itu menarik atau menyenangkan, tetapi Anda hanya bisa menjadi orang yang baik hati dan penyayang kalau Anda bersikap tidak egois dan ramah terhadap orang lain. Anda pasti pernah menerima kebaikan orang lain setidaknya satu kali dalam hidup Anda, dan mendapatkan keuntungan dari kasih sayang orang lain terhadap Anda.[5]

  • Sampaikan kebaikan dan kasih sayang dengan mengatakan “terima kasih” dan “tolong”. Selain itu, Anda juga dapat mengatakan, “Saya berterimakasih untuk apa yang Anda lakukan.” Anda akan tampak sebagai orang yang peduli dan ramah kepada orang lain yang sedang peduli dan ramah terhadap Anda.
  • Anda juga dapat meluangkan waktu Anda untuk menyampaikan rasa syukur kepada dua orang yang pernah menjadi guru, pembimbing, atau pendukung bagi Anda. Bisa jadi sesuatu yang sangat kecil untuk Anda, bisa juga sangat besar. Anda akan merasa lebih baik dan lebih ingin berbuat baik terhadap orang lain.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 6

6

Lakukanlah kebaikan untuk orang di sekitar Anda. Ini bisa hal yang kecil seperti menjaga kunci rumah tetangga ketika mereka pergi mudik atau menjenguk teman yang sedang sakit dengan semangkuk sup hangat. Hal-hal kecil seperti ini akan berpengaruh besar bagi orang lain.

  • Anda juga dapat sebisa mungkin menunjukkan kebaikan kepada orang yang belum atau baru Anda kenal. Mungkin Anda tidak ingin berbagi uang receh kepada pengemis di jalan, akan tetapi Anda dapat mengajak mereka pergi makan atau bahkan berjalan-jalan sebentar untuk mengobrol. Ini banyak dampak positifnya bagi mereka, dan Anda akan menunjukkan kebaikan dan kasih sayang Anda kepada orang lain.
Metode2

Bersikap Baik Hati dan Penyayang Kepada Diri Sendiri

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 7

1

Rawatlah diri Anda. Memang bersikap baik dan mendukung terhadap orang lain itu penting, namun Anda juga harus memperhatikan kebutuhan Anda sendiri. Dengan demikian, Anda menunjukkan bahwa selain mengasihi orang lain, Anda juga mengasihi diri sendiri. Setiap harinya, luangkanlah waktu sepuluh menit hingga satu jam untuk merawat diri sendiri. Bisa dengan mandi air hangat, membaca buku, berjalan kaki yang jauh, atau melakukan suatu hobi.[6]

  • Cara merawat diri setiap orang memang berbeda-beda. Fokuslah pada berbagai kebutuhan Anda agar Anda dapat meluangkan waktu untuk fokus pada kebutuhan orang lain. Dengan demikian, Anda akan menciptakan suatu keseimbangan antara membantu orang lain dan merawat diri sendiri.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 8

2

Jujurlah mengenai berbagai emosi dan perasaan Anda. Berbaik hati kepada diri sendiri berarti jujur mengenai berbagai perasaan buruk, sedih, atau marah yang Anda hadapi. Dengan mengakui perasaan Anda sendiri, bahkan yang negatif, Anda akan dapat bersikap jujur kepada diri Anda sekaligus mengetahui berbagai kelemahan Anda.[7]

  • Kalau Anda sudah mengakui berbagai perasaan dan emosi yang timbul, Anda dapat mulai mencari solusi atau jalan agar perasaan Anda membaik. Ini bisa dengan merawat diri sendiri atau dengan membantu orang lain dengan bekerja sebagai relawan atau pengajar.

 

Gambar berjudul Be Kind and Loving Step 9

3

Terbukalah untuk belajar dari orang lain. Cara lain Anda dapat menunjukkan kebaikan hati dan kasih sayang untuk diri Anda sendiri adalah dengan berperan sebagai pelajar dan bukan pengajar.[8]

  • Anda bisa mengambil suatu kelas keterampilan yang sudah lama ingin Anda pelajari. Atau, Anda juga dapat mengikuti suatu kelompok yang mendiskusikan ketertarikan Anda terhadap berbagai hal dan memperluas jaringan sosial Anda. Cari tahu juga berbagai cara Anda dapat belajar dari orang lain dan terbukalah untuk belajar lebih banyak mengenai berbagai bidang yang Anda pikir sudah Anda kuasai. Ini adalah kesempatan Anda untuk menunjukkan kebaikan hati dan kasih sayang Anda kepada orang lain. Anda juga dapat mendengarkan bimbingan mereka secara aktif dan menunjukkan rasa terima kasih Anda untuk bimbingan mereka.

http://id.wikihow.com/Menjadi-Orang-yang-Baik-Hati-dan-Penyayang

Membangun Hubungan Baik Dengan Siapapun

Membangun Hubungan Baik Dengan Siapapun

KabarFemale– Banyak orang menginginkan bisa menjalin hubungan baik dengan siapapun. Karena dengan memiliki banyak orang yang kenal dengan baik, hidup menjadi lebih mudah. Pergi kemana pun tidak perlu khawatir jika memiliki banyak kenalan. Karena pasti akan ada orang yang mau dengan menolong dengan tulus jika mengalami masalah. Hanya dengan modal ‘kenal baik’, kita bisa menjalani hidup dengan mudah serta mengatasi masalah dengan mudah pula.

Kita ingin kenal baik dengan banyak orang, baik dengan orang baik maupun dengan orang jahat. Namun sepertinya hanya polisi dan preman yang bisa melakukan hal tersebut. Kalau dipikir-pikir, sebetulnya kita bisa seperti mereka, bahkan jauh lebih baik. Polisi dan preman kenal baik dengan orang baik dan orang jahat karena mereka mampu membangun komunikasi. Tentu juga karena ada asas manfaat.
Namun kita membangun hubungan baik dengan siapapun tentu bukan sekadar asas manfaat. Melainkan karena dorongan nurani untuk menebar kebaikan kepada siapapun. Modal kita sebetulnya hanya empat hal berikut ini:

  1. Jadi pribadi yang menarik. Menjadi pribadi yang menarik bagi siapapun memang tidak mudah. Kadang ada orang suka, ada juga orang yang tidak suka. Sebenarnya ketika ada orang yang tidak suka, kita hanya tidak tahu bagaimana caranya membuat orang tersebut tertarik kepada kita. Mungkin juga karena dia belum mengenal kita lebih jauh. Untuk menjadi pribadi yang menarik, kita cukup mencari ketertarikan orang yang sedang kita ajak bicara. Lalu menjadikan ketertarikan tersebut sebagai topik pembicaraan yang menghangatkan suasana. Jika orang tersebut mau melanjutkan hubungan dengan kita, berarti kita berhasil membuat dia tertarik. Abaikan saja orang yang tidak suka kepada kita hanya karena dia belum pernah berbincang-bincang dengan kita.
  2. Pandai membawa diri. Mengetahui siapa lawan bicara kita itu juga sangat penting dalam membangun hubungan. Dengan mengetahui lawan bicara, kita bisa menempatkan diri dengan tepat ketika berbicara dengannya. Misalnya kita berkenalan dengan orang yang statusnya pejabat daerah, maka kita harus bisa menempatkan diri sebagai rakyat yang peduli terhadap kemajuan daerah. Atau jika kita berbicara dengan preman. Jangan sampai membawa-bawa hukum agama dalam pembicaraan. Selain karena mereka tidak mau diceramahi, kadang ada juga preman yang memiliki ilmu agama tinggi
  3. .Pandai Komunikasi memang menentukan segalanya. Jika kita pandai berkomunikasi, maka kita akan mampu membangun hubungan baik dengan siapapun. Jangan harap bisa membangun suatu hubungan baik jika berbicara saja masih berantakan alias tidak terstruktur.
  4. Lakukan sedikit kebaikan dengan tulus. Untuk membina sebuah hubungan yang baru dibangun, ada baiknya mengakhiri pertemuan dengan sedikit kebaikan. Misalnya dengan membayarkan minum orang yang baru kita kenal. Dengan begitu, dia akan merasa terkesan dan mau jika kita hubungi lagi.

http://www.kabarfemale.com/relationship/membangun-hubungan-baik-dengan-siapapun/

Adab dan Etika Berbicara Dalam Islam

dakwatuna.com Kali ini kita memuat adab atau etika berbicara. Setiap kita manusia, setiap hari, dan hampir setiap saat, menggunakan dan membutuhkan komunikasi. Salah satu alat komunikasi yang sering kita gunakan adalah bahasa lisan. Dalam menggunakan bahasa atau berbicara dengan lawan bicara kita tentu harus menggunakan bahasa yang baik, mudah dipahami dan dimengerti.
Rasulullah telah mencontohkan kepada kita. Betapa lembut dan dan santunnya Rasulullah. Sehingga masing-masing lawan bicaranya merasa dia yang paling di muliakan Rasulullah.

Dalam berbicara dengan lawan biacara, kita harus menggunakan tata karma dan tutur kata yang baik. Jangan sampai bahasa kita menyakiti orang lain, ketus, nyelekik dan menimbulkan permusuhan. Akhlak yang baik akan mengeluarkan bahasa yang baik. Dalam istilah teko, “ teko akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Di dalamnya air kopi maka akan keluar air kopi, kalau di dalamnya air teh maka yang akan keluar juga air teh. Begitu juga dengan manusia, jika akhlaknya baik maka tutur katanya yang keluar juga baik dan sebaliknya.

Bagi kita yang tinggal di Minang adab berbicara dibedakan atas empat (ampek) jenis audience atau lawan komunikasi kita, sebagai berikut:

  1. Kato Mandaki, Kata dan adab yang digunakan bila kita berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau dituakan dan lebih dihormati karena jabatan dan kedudukannya.
  2. Kato Mandata, Kata dan adab yang digunakan bila kita berkomunikasi dengan teman sebaya atau rekan kerja.
  3. Kato Malereng, Kata dan adab yang digunakan bila kita berkomunikasi dengan orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita dan keluarga seperti ipar, besan, sumando, mamak rumah.
  4. Kato Manurun, Kata dan adab yang digunakan bila kita berkomunikasi dengan orang yang lebih muda ataupun kepada bawahan.

Maka oleh sebab itu kita sebagai umat muslim dan pelajar Islam, harus menunjukkan kata-kata yang baik dalam setiap bicara. Berikut ini adalah beberapa etika berbicara yang dituntun dienul Islam:

  1. Berkata Baik Atau Diam

Adab Nabawi dalam berbicara adalah berhati-hati dan memikirkan terlebih dahulu sebelum berkata-kata. Setelah direnungkan bahwa kata-kata itu baik, maka hendaknya ia mengatakannya. Sebaliknya, bila kata-kata yang ingin diucapkannya jelek, maka hendaknya ia menahan diri dan lebih baik diam.

  1. Sedikit Bicara Lebih Utama

Orang yang senang berbicara lama-lama akan sulit mengendalikan diri dari kesalahan. Kata-kata yang meluncur bak air mengalir akan menghanyutkan apa saja yang diterjangnya, dengan tak terasa akan meluncurkan kata-kata yang baik dan yang buruk. Ka-rena itu Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam melarang kita banyak bicara.

  1. Dilarang Membicarakan Setiap yang Didengar

Dunia kata di tengah umat manusia adalah dunia yang campur aduk. Seperti manusianya sendiri yang beragam dan campur aduk; shalih, fasik, munafik, musyrik dan kafir. Karena itu, kata-kata umat manusia tentu ada yang benar, yang dusta; ada yang baik dan ada yang buruk. Karena itu, ada kaidah dalam Islam soal kata-kata, ‘Siapa yang membicarakan setiap apa yang didengarnya, berarti ia adalah pembicara yang dusta’. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam.

  1. Jangan Mengutuk dan Berbicara Kotor

Mengutuk dan sumpah serapah dalam kehidupan modern yang serba materialistis sekarang ini seperti menjadi hal yang dianggap biasa. Seorang yang sempurna akhlaknya adalah orang yang paling jauh dari kata-kata kotor, kutukan, sumpah serapah dan kata-kata keji lainnya. Maka kita menghindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang rendah orang yang berbicara.

  1. Jangan Senang Berdebat Meski Benar

Saat ini, di alam yang katanya demokrasi, perdebatan menjadi hal yang lumrah bahkan malah digalakkan. Ada debat calon presiden, debat calon gubernur dan seterusnya. Pada kasus-kasus tertentu, menjelaskan argumentasi untuk menerangkan kebenaran yang berdasarkan ilmu dan keyakinan memang diperlukan dan berguna.

Tetapi, berdebat yang didasari ketidaktahuan, ramalan, masalah ghaib atau dalam hal yang tidak berguna hanya membuang-buang waktu dan berpengaruh pada retaknya persaudaraan dan menimbulkan permusuhan.

  1. Dilarang Berdusta Untuk Membuat Orang Tertawa

Dunia hiburan (entertainment) menjadi dunia yang digemari oleh sebagian besar umat manusia. Salah satu jenis hiburan yang digandrungi orang untuk menghilangkan stress dan beban hidup yang berat adalah lawak. Dengan suguhan lawak ini orang menjadi tertawa terbahak-bahak, padahal di dalamnya campur baur antara kebenaran dan kedustaan, seperti memaksa diri dengan mengarang cerita bohong agar orang tertawa. Mereka inilah yang mendapat ancaman melalui lisan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dengan sabda beliau:
“Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang-orang tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia!” (HR. Abu Daud, dihasankan oleh Al-Albani).

  1. Hendaknya berbicara dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah. Ungkapannya jelas dapat dipahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksakan.
  2. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna. Hadis Rasulullah saw menyatakan, “Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
  3. Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah ra telah menuturkan, “Sesungguhnya Nabi apabila membicarakan sesuatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat mengihitungnya.” (Muttafaq ‘alaih).
  4. Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. Allah berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.” (QS. Al-Hujarat: 12).
  5. Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya, juga tidak menampakkan bahwa kamu mengetahui apa yang dibicarakannya, tidak mengganggap rendah pendapatnya atau mendustakannya.
  6. Menghindari perkataan kasar, keras, dan ucapan yang menyakitkan perasaan, dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan, dan pertentangan.

Demikian di antara sekian banyak adab dan etika berbicara dalam Islam. Semoga bermanfaat dan dapat kita amalkan dalam berkomunikasi sehari-harinya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2015/05/22/69038/adab-dan-etika-berbicara-dalam-islam/#ixzz4S0tyWsOb
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Ini Risikonya jika Tidur Malam Hanya 3 Jam

KOMPAS.com – Dalam pertemuan tahunan Radiological Society of North America, para peneliti Jerman memaparkan adanya hubungan erat antara kurang tidur dengan penyakit darah tinggi yang berakhir dengan serangan jantung mendadak.

Mereka mencatat, karyawan dengan jam kerja 24 jam seperti petugas medis dan personel layanan darurat, secara signifikan lebih mungkin untuk menderita serangan jantung mendadak, karena peningkatan tekanan darah dan denyut jantung.

“Untuk pertama kalinya, kami menunjukkan bahwa kurang tidur, walau hanya satu malam, dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kontraktilitas jantung, tekanan darah, dan detak jantung,” kata penulis studi Dr Daniel Kuetting dari Universitas Bonn.

Untuk penelitian ini, Dr Kuetting dan rekan merekrut 20 ahli radiologi yang sehat, termasuk 19 pria dan satu wanita, dengan usia rata-rata 31,6 tahun. Masing-masing peserta penelitian menjalani kardiovaskular MRI scan, sebelum dan sesudah bekerja lembur. Rata-rata pekerja hanya memiliki tiga jam tidur.

Para peneliti juga mengumpulkan sampel darah dan urine dari para peserta dan mengukur tekanan darah dan detak jantung.

Setelah mengalami kurang tidur hanya sekali, para relawan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada tekanan darah dan detak jantung.

Selain itu, para peserta juga mengalami peningkatan yang signifikan pada tingkat hormon yang merangsang tiroid (TSH), hormon tiroid FT3 dan FT4, dan kortisol yang dilepaskan oleh tubuh sebagai respons terhadap stres.

“Penelitian ini dirancang untuk menyelidiki kehidupan nyata yang berhubungan dengan pekerjaan yang membuat seseorang kurang tidur,” kata Dr Kuetting.

http://health.kompas.com/read/2016/12/04/211018123/ini.risikonya.jika.tidur.malam.hanya.3.jam

Merawat Dendam Yang Bernanah Di Hati Apabila Kita Dimalukan, Dicaci Dan Difitnah

Rambut yang tercabut daripada akar menimbulkan rasa sakit. Tangan yang tergores ataupun kaki yang terhantuk pada batu juga menyebabakan rasa sakit.

Perut yang ditendang, muka yang ditampar, terkena tusukan ataupun pukulan jaga goresan pedang pasti memunculkan rasa sakit. Rasa sakit itu tidak diajar melalui proses pendidikan dan pembelajaran.

Rasa sakit itu bersifat semula jadi dan fitrah.

Begitu juga rasa sakit yang mendera hati, batin dan perasaan.

Apabila kita dihina, pasti rasa sakit muncul dalam hati kita. Apabila kita difitnah, pasti muncul rasa perit yang mencucuk jiwa.

Membalas Dendam: Pengecut atau tidak?

Ada orang yang mengatakan, orang yang tidak berani membalas sakit hatiadalah pengecut.

Mereka berkata, orang yang mengatakan “mari memaafkan” adalah orang yang hipokrit.

Sakit hati perlu dibalas. Mata diganti mata dan gigi diganti gigi. Sakit hati dibalas dengan sakit hati, sekitanya boleh, sehingga ke tahap yang sekejam – kejamnya.

Ini salah

Sebenarnya dia salah apabila mengatakan orang yang tidak membalas sakit hati adalah pengecut. Menahan sakit hati supaya tidak membalas rasa sakit hati dengan cara menyakiti kembali bukan tindakan pengecut.

Lebih dari itu, bersabar dan tidak menyakiti orang yang menyakiti  ia tidak disebut sebagai tindakan pengecut.

Pengecut adalah ketika disakiti, lalu kita berasa sakit, kecewa, sedih dan berputus asa kerana tidak dapat berbuat apa – apa bagi membalasnya ataupun tidak tidak kuat menahan rasa sakit dengan kesabaran.

Inilah yang disebut sebagai pengecut. Orang yang pengecut biasanya lari daripada tanggungjawab terhadap diri sendiri.

Pertanyaan yang sering muncul sekarang adalah mengapa dendam muncul dalam diri kita?

Adakah dendam perlu dibalas?

Sekiranya dendam tidak terbalas, apa yang terjadi?

Dendam bermula daripada rasa sakit hati.

Dalam buku yang berjudul The Road to Allah :

Dendam adalah rasa marah yang kita simpan jauh dalam hati, sehingga merosakkan hati kita sedikit demi sedikit.

Akibat menyimpan dendam, kita mengalami tekanan berpanjangan”

Ada orang menderita strok kerana disebabkan oleh mereka sakit hati, dan ada orang menderita sakit jantung juga kerana perkara yang sama.

Semua itu disebabkan hatinya dikuasai dendam, tetapi dia tidak dapat melampiaskan dendamnya itu.

Dendam dihati bukan hanya menyebabkan sakit hati, bahkan mungkin juga menjejaskan kesihatan tubuh badan.

Dalam dendam memang selalu ada kebencian, marah, kecewa, putus asa, dan hampa kerana dendam itu tidak terbalas.

Adakah waktu dapat menguraikan dendam?

Ya. Tetapi bergantung pada orang yang memiliki dendam itu sendiri.

Apabila hati tidak segera dibebaskan daripada rasa dendam, sakitnya tetap terasa walaupun waktu berubah.

Apabila orang berbuat jahat kepada kita, kita boleh mengambil jalan dengan urutan cara berikut:

  • Kita tidak membalas
  • Kita balas dengan cara setimpal
  • Kita bersabar dengan keburukan yang dilakukan oleh orang kepada kita

Antara akhlak Islam adalah apabila orang lain memperlakukan kita dengan buruk, kita membalasnya dengan berbuat baik, tidak dengan keburukan juga.

Namun, pada saat orang berbuat jahat kepada kita, biasanya tiada yang lain yang akan kita fikirkan kecuali bagaimana membalasnya dengan kejahatan juga.

Kadangkala kejahatan sehasta dibalas dengan keburukan beberapa hasta

Contohnya, kita difitnah mencuri wang pejabat. Lalu, tindakan kita adalah membalas keburukannya dengan cara menyebarkan keburukan diri orang itu.

Tentunya kita belum merasa puas. Kita pun berteriak memarahi orang itu, ditambah keinginan memukul, menendang, ataupun tindakan lain yang lebih ekstrem.

Jujur pada diri sendiri. Kita sering tidak sedar pembalasan kita sudah melampaui batas. Kita membalas keburukan dengan cara yang lebih buruk.

Sekali kita dimarahi, kita membalas dengan berkali – kali memarahi. Sekali kita ditampar, kita membalasnya dengan menampar berkali – kali.

Rasanya – rasanya, kita masih juga belum puas. Kita ingin menamparnya lagi, kita ingin menyakitinya dengan cara yang lebih sakit dan lebih sakit lagi.

Membalas keburukan dengan keburukan adalah kehinaan atas kehinaan. Darjat orang yang demikian adalah rendah, sama sahaja seperti membalas kedengkian dengan kedengkian.

Perkara yang melatari perkara itu adalah dendam dan bukan menegakkan keadilan.

Membalas keburukan dengan keburukan memang dapat membahagiakan hawa nafsu, Tetapi membalas keburukan dengan kebaikan adalah kemenangan manusia dihadapan manusia lain dan di hadapan Allah. 

Bersabar, bersabar dan bersabarlah..

Percayalah setiap apa yang berlaku pasti ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan kepada kita.

Apa yang perlu buat adalah sabar dan yakin bahawa semua itu akan datang pada kita, tepat pada masanya.

“Apabila kamu membalas kejahatan, kamu perlu membalas kejahatan yang sama seperti yang ditimpakan kepada kamu dan apabila kamu bersabar, tindakan yang demikian itu adalah lebih baik untuk orang yang bersabar”  [ An-Nahl ayat 126 ]

11 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Anda Cepat Tua

KOMPAS.com – Apakah Anda merasakan wajah Anda lebih tua dari usia Anda yang sebenarnya? Atau Anda tak menyukai apa yang Anda lihat di cermin? Jika ya, inilah saatnya untuk mengevaluasi beberapa rutinitas harian Anda.

Tahukah Anda bahwa makanan yang Anda makan dan bahkan cara Anda tidur dapat membuat Anda terlihat lebih tua dan tidak sehat? Inilah kebiasaan yang menurut para ahli sebaiknya dihilangkan dari rutinitas harian Anda.

Anda multitasking

“Orang-orang berpikir bahwa multitasking itu baik. Jika Anda bicara mengenai kecepatan bekerja, mungkin saja hal itu benar. Tapi, multitasking bisa membuat Anda stres,” kata Raymond Casciari, MD, kepala medis dari St Joseph Hospital di Orange, California.

Beberapa studi menunjukkan bahwa stres kronis dapat memicu pelepasan radikal bebas, yang merusak sel dan bertanggung jawab untuk penuaan dini.

Alih-alih mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus, Dr. Casciari menyarankan berkonsentrasi pada satu tugas pada satu waktu dan hanya berpindah tugas setelah Anda menyelesaikan tugas yang pertama.

Anda jarang melewatkan makanan penutup

Selain bisa menambah berat badan, makanan manis juga dapat membuat wajah Anda terlihat lebih tua.

“Secara internal, molekul gula menempel pada serat protein di setiap sel tubuh kita,” kata Susan Stuart, MD, dokter kulit di San Diego, California.

Proses ini dikenal dengan sebutan glikasi, dan dapat mengakibatkan hilangnya cahaya dari wajah Anda, menyebabkan lingkaran hitam di bawah mata, membuat wajah terlihat bengkak, menimbulkan garis-garis halus dan kerutan di kulit, menyebabkan hilangnya kontur wajah dan meningkatkan ukuran pori-pori.

Anda tidur kurang dari lima jam setiap malam

1 mkMelewatkan waktu tidur tidak hanya menyebabkan kantung hitam di bawah mata, tapi juga dikaitkan dengan umur lebih pendek, kata Dr Casciari, yang pendiri klinik tidur di Rumah Sakit St Joseph.

“Tidur dalam rentang tujuh jam adalah waktu yang ideal,” katanya.

Anda hobi duduk di depan TV

British Journal of Sports Medicine, menyebutkan bahwa untuk setiap jam menonton televisi, orang dewasa menjadi lebih pendek umur selama rata-rata 22 menit untuk setiap jam yang mereka habiskan di depan TV.

Terlebih lagi orang yang menghabiskan rata-rata enam jam sehari untuk menonton TV. Harapan hidup mereka menjadi lebih pendek sekitar lima tahun dibanding rekan-rekannya yang kurang hobi menonton TV.

Ketika Anda duduk selama lebih dari 30 menit, tubuh Anda mulai mendeposit gula ke dalam sel-sel tubuh, yang membuat risiko kenaikan berat badan meningkat. Hal yang sama berlaku untuk kegiatan duduk-duduk santai, meski Anda tidak menonton TV.

Anda tidak menggunakan krim mata

Kulit di sekitar mata lebih tipis dibandingkan kulit di seluruh wajah Anda sehingga lebih mudah untuk keriput, kata Dr Stuart. Jaga kelembaban area mata dengan rutin memakai pelembap khusus mata.

“Krim mata yang paling efektif adalah yang mengandung Retin A,” kata Dr Stuart. Faktor penting lainnya adalah kandungan emolien, antioksidan, asam hyaluronic dan vitamin C.

“Semuanya itu dapat mempromosikan pembentukan kolagen dan elastin untuk mengencangkan kulit dan mengurangi garis-garis halus di sekitar mata,” kata Dr Stuart.

Anda menggunakan tabir surya, tetapi hanya pada saat liburan

Pergi ke kantor, mengemudi dan berjalan bolak-balik ke kotak surat dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kulit dibanding Anda bermain di pantai saat liburan, kata Sarah L. Taylor, MD, profesor dermatologi di Wake Forest Baptist Medical Center Wake Forest.

“Penyebab nomor satu penuaan dini pada wajah adalah paparan ultraviolet,” kata Dr Taylor. “Sinar UV hadir bahkan ketika hari mendung atau hujan.”

Lindungi kulit Anda dengan memakai sunblock setiap pagi hingga matahari terbenam, tidak peduli Anda ada di dalam atau luar ruangan. Dr Taylor merekomendasikan SPF antara 30 dan 50 untuk penggunaan sehari-hari.

Memakai terlalu banyak make-up

“Mengenakan riasan berlebihan, terutama produk makeup berbasis minyak , dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan wabah jerawat.”

Selain itu, terlalu sering menggunakan produk kulit dengan wewangian, bahan kimia dan alkohol dapat menghapus minyak alami penjaga kelembapan kulit. Walhasil, muncul garis-garis prematur dan keriput.

Tidur dengan wajah Anda di bantal

Tidur telungkup dengan wajah bertumpu pada bantal di perut dapat menyebabkan kerutan dan mempercepat penuaan.

“Jaringan ikat dan kolagen pada wajah menjadi lemah,” kata James C. Marotta, MD, seorang ahli bedah plastik wajah dan perawatan kulit.

Jika posisi ini tetap dipertahankan dalam waktu lama, garis lipatan dari bantal Anda bisa menjadi permanen.

Posisi terlentang adalah posisi tidur yang terbaik, apalagi jika sarung bantal Anda terbuat dari bahan satin. Bahan satin lebih berisiko mencetak kerutan di wajah dibanding dengan bahan lainnya seperti katun.

Menyeruput minuman melalui sedotan

Minum minuman berwarna gelap melalui sedotan dapat mencegah noda pada gigi Anda. Tetapi biasanya, minum melalui sedotan membuat Anda tanpa sadar menyipitkan mata akhirnya dapat menyebabkan kerutan terbentuk di sekitar mata Anda.

Mengerucutkan bibir juga dapat menyebabkan keriput dini di sekitar mulut. “Ini juga terjadi ketika Anda merokok,” kata Janet Prystowsky, MD, dermatolog bersertifikat di New York.

Anda memusuhi semua jenis lemak

Beberapa lemak diperlukan untuk menjaga Anda tetap sehat dan muda, kata Franci Cohen, ahli gizi dan fisiologi olahraga dari Brooklyn, NY.

Asam lemak Omega-3 yang banyak ditemukan dalam minyak ikan (seperti salmon dan mackerel) dan kacang-kacangan tertentu (seperti kenari dan biji rami) dapat menjaga kulit tetap lentur dan lembab, sehingga mencegah keriput selain menjaga kesehatan jantung dan otak.

Cohen merekomendasikan agar Anda makan setidaknya dua porsi ikan setiap minggu.

Anda membungkuk

Mengetik selama berjam-jam dapat menyebabkan tulang belakang Anda membentuk postur membungkuk seperti orang lanjut usia, kata Jeremy Smith, MD, ahli ortopedi tulang belakang di Hoag Orthopedic Institute di Irvine, California.

“Tulang belakang memiliki bentuk seperti huruf S yang seimbang. Postur tubuh yang buruk akan menghilangkan keselarasan ini dan sebagai hasilnya, otot, lempeng dan tulang menjadi stres.”

Gejala stres tulang dan sendiri adalah rasa sakit atau nyeri dan lelah atau pegal. Jika postur tubuh yang buruk tidak segera diperbaiki, maka bisa menyebabkan degenerasi atau cacat tulang permanen.

Praktikkan postur tubuh yang baik yaitu telinga, bahu, dan pinggul harus membentuk garis lurus ketika Anda duduk atau berdiri.

http://health.kompas.com/read/2016/12/04/182709023/11.kebiasaan.sehari-hari.yang.bikin.anda.cepat.tua

CARA MENJAGA LISAN AGAR TIDAK MENGUNDANG KEBENCIAN ORANG LAIN

Cara untuk menjaga lisan agar tidak mengatakan perkataan  yang dapat menjerumuskan diri kedalam lembah kebencian orang lain ( di benci oleh orang lain )

sbb :

1 . Katakana hal hal yang tidak dapat menyakiti hati orang lain

2 . Jangan merepon perkataan orang lain yang sedang mengatakan kebohongan / tidak benar dengan kenyataan

3 . Jangan suka menyambung perkataan orang lain apabila ia sedang mengatakan untuk orang lain / gossip

4 . Jangan suka bercanda , terutama bercanda dengan memakai lisan

5 . Jangan suka membuat orang tertawa atas perkataan kita yang menilai kekurangan orang lain

6 . Jangan banyak bicara , berbicara se alakadar saja / sekedar keperluan

7 . Jangan suka berkecimpung dengan orag yang slalu mengatakan untuk orang lain / gossip

8 . Selalu berzikir di dalam hati , agar kita tidak banyak bicara

9 . Selalu menasehati orang lain jika terdapat kesalahan menurut syari’at

Sekian cara cara menjaga lisan agar tidak mengatakan perkataan  yang dapat menjerumuskan diri kedalam lembah kebencian orang lain ( di benci oleh orang lain ) , sebenar nya  masih banyak lagi ,,, tapi Cuma ini saja yang dapat saya post kan untuk anda semua

Kesimpulan dari artikel di atas adalah

Diam itu lebih baik dari pada banyak berbicara , karna sabda rasul ” DIAM ITU SEBAHAGIAN DARI PADA IMAN “  yang maksud nya dengan kita tidak banyak bicara , dosa secara otomtis akan berkurang , dan tanpa kita sadari keimanan kita semakin kuat

Efek dari banyak bicara sangat lah banyak , di antaranya

  • Dengan banyak bicara kita dapat di nilai burk dengan orang lain
  • Dengan banyak bicara kita dapat menikam di dalam jeruji besi
  • Dengan banyak bicara kita dapat banyak musuh
  • Dengan banyak bicara kita dapat membuat orang sakit hati
  • Dan banyak lagi

Sebenarnya bukan tidak boleh berbicara , asalkan perkataan kita tidak menimbulkan efek efek seperti di atas silah kan berbicara  .

Selalu menanti komentarnya , bila terdapat kesalahan mohon tegurannya

(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)(^_^)

http://hasbuh.blogspot.co.id/2012/06/cara-menjaga-lisan-agar-tidak.html

Adab Bergaul dengan Lawan Jenis

Dilahirkan sebagai seorang wanita adalah anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh seorang pria.Terlebih anugerah itu bertambah menjadi muslimah yang mukminah yaitu wanita muslimah yang beriman kepada Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim)

Menjadi wanita muslimah yang beriman kepada Allah tentu tidak mudah,karena banyak sekali godaan-godan dalam mencapainya. Dikarenakan  balasan yang Allah janjikan pun tidak terbandingkan dan semua wanita pun menginginkannya. Godaan-godaan untuk menjadi wanita shalihah sering kali datang dan menggebu-gebu saat kita menginjak usia remaja,di mana masa puberitas seorang wanita ada di masa ini. Bukan hal yang mudah pula bagi remaja muslim dalam melewati masa ini, namun sungguh sangat indah bagi para remaja yang bisa dikatakan lulus dalam melewati masa pubertas yang penuh godaan ini.

Salah satu godaan yang amat besar pada usia remaja adalah “rasa ketertarikan terhadap lawan jenis”. Memang, rasa tertarik terhadap lawan jenis adalah fitrah manusia, baik wanita atau lelaki. Namun kalau kita tidak bisa memenej perasaan tersebut,maka akan menjadi mala petaka yang amat besar,baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang yang kita sukai. Sudah Allah tunjukkan dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim)

Sebagai wanita muslimah kita harus yakin bahwa kehormatan kita harus dijaga dan dirawat, terlebih ketika berkomunikasi atau bergaul dengan lawan jenis agar tidak ada mudhorot (bahaya) atau bahkan fitnah. Di bawah ini akan kami ungkapkan adab-adab bergaul  dengan lawan jenis. Di antaranya:

Pertama: Dilarang untuk berkholwat (berdua-duan)

TTM, teman tapi mesra, kemana-mana bareng, ke kantin bareng, berangkat sekolah bareng, pulang sekolah bareng. Hal ini merupakan gambaran remaja umumnya saat ini,di mana batas-batas pergaulan di sekolah umum sudah sangat tidak wajar dan melanggar prinsip Islam. Namun tidak mengapa kita sekolah di sekolah umum jika tetap bisa menjaga adb-adab bergaul dengan lawan jenis. Jika ada seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan maka yang ketiga sebagai pendampingnya adalah setan.

Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, sanad hadits ini shahih)

Daripada setan yang menemani kita lebih baik malaikat bukan? Ngaji,membaca Al Quran dan memahami artinya serta menuntut ilmu agama InsyaAllah malaikatlah yang akan mendampingi kita.Tentu sebagai wanita yang cerdas, kita akan lebih memilih untuk didampingi oleh malaikat.

Kedua: Menundukkan pandangan

Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya adalah termasuk panah-panah setan. Kalau cuma sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja maka tidak menjadi masalah pandangan mata tersebut, pandangan pertama yang tidak sengaja diperbolehkan namun selanjutnya adalah haram.Ketika melihat lawan jenis,maka cepatlah kita tundukkan pandangan itu, sebelum iblis memasuki atau mempengaruhi pikiran dan hati kita. Segera  mohon pertolongan kepada Allah agar kita tidak mengulangi pandangan itu.

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)

Ketiga: Jaga aurat terhadap lawan jenis

Jagalah aurat kita dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya. Maksudnya mahram di sini adalah laki-laki yang haram untuk menikahi kita. Yang tidak termasuk mahram seperti teman sekolah, teman bermain, teman pena bahkan teman dekat pun kalau dia bukan mahram kita, maka kita wajib menutup aurat kita dengan sempurna. Maksud sempurna di sini yaitu kita menggunakan jilbab yang menjulur ke seluruh  tubuh kita dan menutupi dada. Kain yang dimaksud pun adalah kain yang disyariatkan, misal kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit, dan tidak membentuk lekuk tubuh kita. Adapun yang bukan termasuk aurat dari seorang wanita adalah kedua telapak tangan dan muka atau wajah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi, shahih)

Keempat: Tidak boleh ikhtilat (campur baur antara wanita dan pria)

Ikhtilat itu adalah campur baurnya seorang wanita dengan laki-laki di satu tempat tanpa ada hijab. Di mana ketika tidak ada hijab atau kain pembatas masing-masing wanita atau lelaki tersebut bisa melihat lawan jenis dengan sangat mudah dan sesuka hatinya. Tentu kita sebagai wanita muslimah tidak mau dijadikan obyek pandangan oleh banyak laki-laki bukan? Oleh karena itu kita harus menundukkan pandangan,demikian pun yang laki-laki mempunyai kewajiban yang sama untuk menundukkan pandangannya terhadap wanita yang bukan mahramnya, karena ini adalah perintah Allah dalam Al Qur’an dan akan menjadi berdosa bila kita tidak mentaatinya.

Kelima: Menjaga kemaluan

Menjaga kemaluan juga bukan hal yang mudah,karena dewasa ini banyak sekali remaja yamng terjebak ke dalam pergaulan dan seks bebas. Sebagai muslim kita wajib tahu bagaimana caranya menjaga kemaluan. Caranya antara lain dengan tidak melihat gambar-gambar yang senonoh atau membangkitkan nafsu syahwat, tidak terlalu sering membaca atau menonton kisah-kisah percintaan, tidak terlalu sering berbicara atau berkomunikasi dengan lawan jenis, baik bicara langsung (tatap muka) ataupun melalui telepon, SMS, chatting, YM dan media komunikasi lainnya.

Sudah selayaknya sebagai seorang muslim-muslimah baik remaja atau dewasa, kita mempunyai niat yang sungguh-sungguh untuk mematuhi adab-adab bergaul dengan lawan jenis tersebut. Semoga Allah memudahkan usaha kita. Amin.

 

Penulis: Ummu Zainab (Santri Ma’had Umar)

Muroja’ah: M.A. Tuasikal

Sumber : https://remajaislam.com/67-adab-bergaul-dengan-lawan-jenis.html

Ketika Akhlak dan Jilbab Disangkutpautkan

Ulat bulu selalu bermimpi jadi kupu-kupu.

Senja jelita menyapa di jendela. Angin sejuk ini mengantarkanku kepada pandangan kosong seseorang disana. Beban segunung tergantung di dahinya yang putih. Diana.

“kenapa wajahmu murung Di?”

“Seburuk itukah aku dimata orang-orang? Apa orang berjilbab itu harus alim? Apakah orang yang belajar ilmu di pondok pesantren harus lebih alim dari yang lain?”

“Itu urusan pribadi menurutku Di. Orang lain itu hanya boleh mengurusi hubungan kita ke sesama manusia, dia tidak berhak mengurusi hubungan murni kita dengan Allah, itu sangat pribadi”

“Lantas apa yang harus kuperbuat? Apa aku harus bilang, aku sudah tak kuat dibicarakan olehnya, seolah-olah aku ini orang paling jelek akhlaknya. Seolah-olah dia orang paling alim sedunia”

“Kenapa tidak kau adukan saja pada Allah daripada kau harus buang tenaga untuk bicara dengan orang macam dia?”

Setiap manusia terlahir dengan fitrah yang sama. Seperti gerimis kecil yang turun sore ini, semuanya sama, putih bersih tanpa noda. Tapi ia punya takdir yang berbeda. Ada yang harus tertiup angin dan jatuh terhempas dari daun kemudian hilang tak berbekas tergeletak di tanah retak, ada yang bertahan sampai mentari pagi melenyapkannya, ada yang bersembunyi dalam kepingan beling sehingga ia lebih lama bertahan.

Seperti manusia, terlahir sama di mata Allah, terlahir dari Ibu yang sama-sama wanita, tapi akan tumbuh menjadi pribadi berbeda, tapi bukankah perbedaan itu layaknya bunga yang akan memperindah taman? Tak ada yang minta terlahir menjadi orang kaya, orang miskin, ustadz, atau pemabuk. Dulu kita sama-sama seonggok daging yang dipinjami ruh oleh Allah. Lalu apa pantas kita sombong?

Tumbuh memakan umur yang sudah ditetapkan oleh Allah, tumbuh dengan latar belakang yang berbeda.  Namun satu tujuan kita, jadi manusia yang lebih baik. Selalu perbaiki diri, itu kuncinya.

Saya sedikit tergelitik ketika ada yang bilang “sekarang mah copet aja pake kerudung”. Sedikit terhenyak hati ini mendengarnya. Sebegitu globalkah orang menilai sesuatu? Datang nila setitik, rusak susu sebelanga. Tak saya salahkan, saya memang pernah menemui ibu-ibu pencopet berkerudung macam ini, entah apa maksud dan tujuannya. Saya tau ibu pencopet itu salah, sangat  salah, tapi ibu itu akan lebih salah dan berdosa apabila tidak mengenakan jilbabnya bukan? Jilbab dan akhlak adalah 2 hal yang berbeda.

“Kerdus-kerudung dusta”. Ungkapan yang sama, namun kali ini dipakai untuk kalangan muda ababil di Indonesia. Banyak ikhwan yang saya lihat dengan pedenya update status kata-kata ini, dan dikomen sehingga jadi trending topic barangkali. Rasanya ingin saya lempar kaca ke mukanya. Apa sudah merasa suci? Apa sudah merasa jadi pribadi yang lebih baik? Gemes.

Anak-anak SMA yang berjilbab tapi masih nakal biarlah, mungkin mereka memang waktunya untuk seperti itu, mungkin mereka belum tahu kebenarannya, mungkin mereka belum menemukan puzzle kehidupan mereka. Setidaknya mereka jauh lebih baik daripada saya yang diumur mereka belum sadar betul jilbab itu gunanya buat apa, hadistnya apa :’)

Anak-anak kuliah yang berjilbab tapi masih belum sempurna biarlah, beri saja contoh tanpa harus menyakitinya. Beri pengertian sehalus mungkin, jangan dengan kata-kata yang menyakitinya. Karena saya tau benar perasaan Diana seperti apa ketika ia harus diberi kritik setajam petir di siang hari. Sholat dan lainnya itu urusannya dengan Tuhannya, tak usah mencampuri terlalu jauh. Mungkin mereka belum menemukan puzzle cinta dari Allah. Lebih baik doakan saja, tak usah terlalu banyak aksi yang menyakiti.

Berjilbab tak sholat berdosa, tapi sholat tak berjilbab pun berdosa. Apalagi tidk sholat dan tak berjilbab. Jadi jangan nilai kami dari salah satu sisi saja, kami ini masih belajar. Kami belum pintar seperti ustadzah kami.

Kami akhwat hanya ingin mentaati perintah Tuhan kami untuk menutup Aurat. Kami manusia seperti kalian, kami juga masih banyak sekali dosa dan khilaf. Ibadah kami pun belum sebagus kalian, belum serajin kalian. Maka bantu kami Akhi, bantu kami agar kami memiliki akhlak mulia dan ibadah yang baik seperti kalian para pemimpin kami kelak, agar tak ada lagi orang-orang seperti kami. Agar kalian tak perlu repot-repot untuk membenci dan membicarakan kami. Masalah itu biarlah menjadi urusan kami dengan Tuhan kami. Yang kami minta dengan kalian adalah nilailah kami dari dua sisi, jangan hanya dari jilbab kami. Itulah kenapa kami butuh kritik dari orang lain. Nasehatilah kami dengan cara yang lembut, dengan cara yang bisa kami terima, hati kami ini rentan akan kata-katamu Akhi. Doakanlah kami, supaya Allah membantu proses pembelajaran kami ini, kami akan berusaha menyeimbangkan jilbab dan hati kami ini, kami akan berikan yang terbaik. Kami belum sempurna, kami masih jauh dari sempurna seperti yang Akhi harapkan. Kami ingin menjadi kupu-kupu, tapi kami masih ulat bulu.

Gimana dengan saya? 😀

Saya bukan orang baik, bukan orang  alim, masih banyak sekali melakukan dosa, masih sering menyakiti orang lain, kadang masih malas beribadah, karena beribadahpun ada pasang surutnya (katanya koor lazis saya sih gitu :D),  tapi saya mau mencoba, dan kau harus tau, Akhlak dan Jilbab itu 2 perkara yang berbeda.

Jika engkau berjilbab dan ada orang yang mempermasalahkan akhlakmu, katakanlah pada mereka :

“bahwa antara jilbab dan akhlak adalah  hal yang berbeda. Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaknya baik/buruk, sedang akhlak adalah budi pekerti yang bergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa/pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya, namun akhlaknya.”

“Yang berjilbab belum tentu berakhlak mulia, tapi yang berakhlak mulia pasti berjilbab”

Wallahu a’lam

Tulisan ini ku dedikasikan teruntuk sahabatku Diana dan Uun. Tak usah hiraukan kata orang sayang, toh orang yang berbicara seperti itu juga belum sempurna. Berterima kasihlah padanya, ia peduli padamu, mungkin saja cara penyampaiannya saja yang belum begitu enak. “Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikan ya sayang, woles and keep rock!”

[aspirasi perempuan yang belum sempurna menyeimbangkan akhlak dan jilbabnya]

sumber:http://elistianas.blogspot.co.id/2013/08/ulat-bulu.html